Hidup Itu Indah

Dalam menghadapi kehidupan ini, kita sering merasa hidup begitu menekan dan sulit. Berbagai pekerjaan membuat kita hari demi hari berada dalam stress yang berkepanjangan. Berbagai masalah mebuat kita tak mampu lagi melihat hal-hal yang indah dan menarik dalam hidup. Bahkan kadangkala ada juga orang yang berputus asa sehingga mencoba mengakhiri hidupnya sendiri.  Kalaupun tidak seekstrim itu, banyak orang yang menjadi seperti robot. Melewati hari demi hari dalam rutinitas, tanpa gairah, tanpa semangat dan tanpa harapan.

Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak akan pernah berhenti berjuang. Harapan membuat manusia meracangkan langkah-langkah yang tepat bagi kelangsungan hidupnya. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan manusia berharga karena didalamnya terkandung nilai-nilai yang diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.

Hidup sangat berharga. Bahwa kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati sementara orang mati tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hidup menjadi berharga karena kita melakukan sesuatu; berbuat sesuatu seperti untuk menikmati segala hal dalam hidup ini dengan sukacita.

Arvan Pradiansyah, penulis buku “Life is Beautiful : Sebuah jendela untuk melihat dunia”,  dalam bukunya mengatakan bahwa kemampuan kita untuk menikmati hidup sangat tergantung dari jendela kita memandang kehidupan itu sendiri. Jadi, bila Anda kerap merasa selalu sedih dan tak pernah puas dengan hidup Anda, buanglah jendela Anda saat ini. Tukarlah dengan jendela baru.

Hidup menjadi berarti jika kita mengisinyadengan usaha tentang hal yang baik. Hidup adalah pemberian Allah, maka syukurilah. Selama kita hidup nikmatilah hidup kita dengan sukacita dan harapan. Karena hanya dengan demikian kita dapat menemukan keindahan hidup, panjang atau pendek umur kita. Kita dapat menikmati keindahan hidup, kaya atau miskin keadaan kita, karena hidup adalah anugerah.

Jendela yang dimaksud adalah paradigma. Paradigma adalah sebuah kristalisasi dari berbagai macam faktor seperti pendidikan, pengalaman, agama, keyakinan, kepercayaan, pergaulan, media massa dan sebagainya. Jika kita melihat melalui jendela yang buram, maka benda-benda, orang-orang, pohon-pohon semua akan tampak kusam. Katakanlah seorang napi yang kabur dari penjara cenderung bersikap penuh curiga pada semua orang. Polisi yang lewat disangkanya akan menangkap dirinya. Ia cemas karena seorang ibu tak sengaja melihat-lihat ke arahnya. Dikiranya si ibu pernah melihat fotonya di koran sebagai tersangka. Bahkan seorang anak yang tersenyum ke arahnya dikira mengejek akan getir nasibnya. Padahal realitas yang sebenarnya tidaklah demikian. Paradigma si napi yang membuatnya berpikir begitu.

Kapankah kita dapat mengatakan bahwa hidup ini indah? Apakah ketika kita terbebaskan dari masalah? Padahal dalam hidup kita tak pernah dapat luput dari berbagai masalah. Selepas menghadapi satu masalah, masalah yang lain datang menghampiri. Mulai dari jalanan macet, banjir, tingkat kriminalitas yang tinggi, bos yang cerewet, suami atau istri yang pencemburu, anak-anak yang nakal dan masih banyak lagi.  Semua itu tergantung kita, keputusan kita untuk menjadi bahagia dengan memandang bahwa hidup itu indah.

Tersenyumlah menghadapi hidup ini, karena dengan senyum semuanya akan menjadi mudah dan indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s