HAL YANG PALING MUDAH

“Sangat sulit berbicara jujur” hampir semua orang mengatakan demikian. Di saat saya berumur 10 tahun, saya sendiri telah mengetahui hal tersebut dari pengalaman.

Masih segar dalam ingatan, saat itu saya telah menggunakan tang untuk menjepit kawat baja dan karena tidak dapat putus, lalu saya pukul dengan palu, tetapi tanpa disangka, tang itu patah menjadi dua. Karena panik, saya lalu menyembunyikan tang itu, dan mengatakan kepada kakak bahwa tang itu telah hilang, saya juga mengarang sebuah cerita, bahwa sebelumnya sudah saya cari dimana-mana tetapi tidak menemukannya.

Saya telah berbohong, dan dari air muka kakak saya tahu dia tahu kalau saya telah berbohong. Pada masa itu, bila di dalam rumah kehilangan sebuah peralatan tang, maka hal itu bukanlah masalah kecil, saya telah melewati hari-hari yang penuh kepanikan dan ketakutan sepanjang hari itu.

Keesokan harinya kakak yang akan mereparasi sepeda anginnya membutuhkan peralatan tang, karena tang itu dicari dan tidak ditemukan, maka dia melaporkan hal tersebut kepada ayah. Karena takut ayah akan memukul saya, maka masalah tang ini tidak berani saya akui, lalu saya mengarang sebuah cerita lagi untuk ayah.

Beberapa hari telah berlalu, masalah tang ini seperti sebuah benda berat yang menekan di atas hati saya, yang membuat pikiran saya tidak bisa tenang, kadang kala masih harus sembunyi-sembunyi pergi memeriksa, melihat apakah tang yang rusak itu masih berada di tempat persembunyiannya. Terbebani oleh beban mental ini, setelah beberapa hari saya benar-benar jatuh sakit.

Malam hari itu, ayah datang ke tempat tidur saya dan bertanya: “Anton, kau merasa tidak enak badan, apakah dirimu jatuh sakit, maukah jika ayah antarkan ke rumah sakit?” Saya menggeleng-gelengkan kepala.

Ayah lalu berkata: “Anton, sebenarnya berkata jujur merupakan hal yang paling mudah sekali. Apakah tang itu telah kamu hilangkan? Kamu masih juga mengarang dua buah cerita untuk mengelabuhi ayah dan kakakmu.”

Tiba-tiba ‘huaa…………..’ saya menangis dengan keras, dan karena tidak tahan akhirnya saat itu juga saya mengakui hal tersebut kepada ayah. Ternyata ayah tidak marah atau memukul saya seperti yang saya kuatirkan, malahan dia berkata: “Anton sungguh pintar.”

Ayah mengatakan: “Berbohong kelihatannya seperti hal yang paling mudah, sebenarnya berbohong merupakan suatu hal di dunia ini yang paling sulit dilakukan. Kesulitannya terletak pada keharusan untuk mengingat-ingat kata-kata bohong yang sudah kita katakan untuk seumur hidup! Coba kamu pikirkan, jika kata-kata bohong yang kamu ingat sudah terlalu banyak, apakah kamu bisa merasa nyaman? Jika harus menyusun kata-kata bohong yang lebih banyak lagi untuk menutupi kata-kata bohong yang telah dilontarkan sebelumnya, hal tersebut sungguh sangat tidak nyaman!”

Waktu telah berlalu dan situasi pun sudah berubah, tetapi ucapan ayah telah saya camkan untuk selamanya. Hingga saat ini pun saya selalu mengingatnya dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, sehingga saya dapat benar-benar menikmati kehidupan ini dengan baik.

Kehidupan dapat saya lewati dengan penuh ketenangan bathin, tanpa ada rasa bersalah atau rasa berdosa terhadap orang lain.

Sesungguhnya, bila kita memang telah berbuat salah, mengapa kita harus takut menghadapi risikonya? Kalau memang bersalah, bukankah kita sudah sepantasnya mendapatkan ganjaran atas kerugian yang dialami pihak lain yang diakibatkan dari kesalahan/keteledoran yang kita lakukan? Dengan menerima amarah/makian dan ganjaran apa pun, bukankah kita akan merasa lega karena semuanya kini telah impas, kita tidak lagi berhutang?

Tidak lama ini, saya baru menyadari bahwa tidak berbohong itu ternyata adalah perwujudan dari salah satu karakter alam semesta, yaitu : SEJATI.

Dengan melebur pada keseluruhan karakter alam semesta (Sejati – Baik – Sabar), maka niscaya semua umat manusia dapat hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s